in ,

Wacana Minuman Beralkohol Dilarang Di Indonesia : Minum Bir Akan Di Bui?

Minuman-beralkohol
(minuman beralkohol)

Pandawa NewsBaru-baru ini ada wacana yang cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia, dimana ada sebuah wacana minuman beralkohol dilarang di Indonesia. Wacana ini digaungkan dalam Rancangan Undang-Undang yang akan dibahas oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan juga Baleg (Badan Legislasi).

Dalam Rancangan Undang-Undang atau RUU kali ini membahas tentang larangan minol (minuman beralkohol). RUU tersebut akan berisi tentang 7 Bab dan juga memiliki mencakup 24 Pasal.

Salah satu Beleid yang menjadi kontroversi masyarakat Indonesia adalah tentang larangan minuman beralkohol. Hal ini pun menjadi perbincangan di khalayak umum, khususnya bagi orang yang memang mengkonsumsi minuman beralkohol.

Jika seandainya UU ini diresmikan maka dari mulai proses produksi, distribusi, sampai konsumsi minuman beralkohol akan dilarang. Dalam Bab II Pasal 5,6 dan juga Pasal 7.

Pasal 5 menjelaskan bahwa setiap orang dilarang memproduksi Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.

Selanjutnya dalam pasal 6 dijelaskan tentang setiap orang dilarang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan.

Terakhir, dalam pasal 7 larangan bagi setiap orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut.

Meskipun minuman beralkohol dilarang, namun dalam pasal 8 juga dijelaskan bahwa minol atau minuman beralkohol dikecualikan dalam adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, serta tempat-tempat yang diizinkan oleh perundang-undangan.

Dalam waktu dekat, RUU ini akan dibahas secara mendalam apakah nantinya akan di teken atau tidak. Jika nantinya diresmikan bisa saja bagi orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol akan diberi hukuman berupa penjara atau bui.

Sumber : Detik